Rabu, 01 Agustus 2012

MGC 2012. " Alat pengolah Sampah Basah dan Komposter Stater untuk wilayah MGC

        Pengembangan wilayah yang telah dilakukan oleh beberapa wilayah tahun 2012 memperlihatkan beberapa wilayah telah banyak berbenah dan melakukan inovasi dalam mereduksi sampah dan juga mengolah sampah. Alat pengolah sampah skala rumah tangga yang biasa dikenal Keranjang sakti takakura, kini telah berganti bahan yang lebih baik dan berkualitas baik. Dahulu keranjang sakti takakura hanya memakai kompos jadi sebagai kompos stater dalam penggunaannya tetapi di saat ini komposter stater dirubah menjadi lebih baik dengan penambahan begitu banayk sekam padi dan pencampuran dedak padi.                                      
           Adapun cara membuat komposter stater menurut Bapak Koji Takukura adalah sebagai berikut
1. Membuat larutan fermentasi dengan menggunakan air gula atau garam
2. Jika menggunakan air gula maka satu galon air akan dicampur dengan gula pasir sampai air terasa manis, kemudian  ditambahkan kedalamnya beberapa bahan untuk mempercepat proses pertumbuhan bakteri, seperti bahan yougurt, jamur, ragi tempe yang kemudian di aduk dan didiamkan selama 2 minggu. Perubahan bau dan warna adalah tanda air fermentasi telah siap digunakan selanjutnya
3. Jika menggunakan air garam maka satu galon air dicampur dengan garam sampai air terasa asin, kemudian ditambahkan dengan beberapa bahan seperti kulit buah, potongan sayur, dan beberap buah yang mungkin mempercepat terjadinya pertumbuhan bakteri dan didiamkan selama seminggu. daya kerja cairan asin lebih cepat dari pada cairan manis.
4. siapkan pencampuran sekam padi dan juga dedak, setelah itu air fermentasi yang telah siap dituang di campuran sekam dan dedak, ketika campuran sekam dan dedak sudah bisa menggumpal ketika digemgam maka pengcapuran siap diperam.
5. selama beberap minggu hasil campuran tadi akan mengalami pemanasan. tanda keberhasilan dari komposter stater ini adalah adanya hawa panas dari rongga dalam campuran.
Hasil Campuran fermentasi yang telah siap di tuang ke tumpukan sekam dan dedak

Tumpukan sekam dan dedak yang siap dicampur dengan cairan fermentasi

Pemcampuran sekam dengan penambahan kompos jadi untuk lebih mendapatkan kelembaban 60%

Phasil pencampuran yang telah diperam selama beberapa minggu

Komposter aerob padat yang siap dibagikan

Komposter aerob carir yang dipanen melalui pintu bawah

Hasil pupuk cair dari komposter cair 
        Hasil pembelajaran yang telah didapatkan dari kota KITAKYUSU JEPANG tentang pembuatan kompos sangat memberikan pemahaman kepada pengguna keranjang sakti takakura tentang efektif dan efesiennya pengomposan. Dari seminar JICA yang telah diikuti oleh perwakilan YPN, Muh Jaya di Kitakyusu bisa dapat diterapkan di alat pengomposan yang ada.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar